Urai Masalah Sampah, Kudus ASIK Luncurkan Peta Digital 525 Titik Penjemputan

Peluncuran Peta Digital 525 Titik Penjemputan Sampah dari Porgram ‘Kudus Asik’

JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Pelaksanaan Lomba Keluarga ASIK (Apik dan Resik) Kabupaten Kudus 2026 resmi mencapai puncaknya hari ini, Selasa (9/6). Ajang kolaborasi antara Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) ini, sukses membangun standar baru pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkup keluarga. 

Rangkaian program edukatif ini telah berjalan secara daring sejak Desember 2025. Gerakan diawali dengan sosialisasi kepada 150 kader PKK untuk memperkuat peran ibu sebagai penggerak utama pengelolaan sampah dari rumah. Disusul dengan empat kelas pelatihan pada Januari lalu untuk meningkatkan keterampilan para kader.

Dari puluhan peserta, tim juri menyaring 16 pemenang melalui penilaian intensif pada 27–30 April. Pemenang terdiri atas 8 kelompok kategori Rintisan Baru dan 8 kelompok kategori Eksisting yang telah lolos tahapan verifikasi lapangan.

‘’Lebih dari 56 konten dari keluarga, RT, RW, hingga kelurahan terdaftar dalam program ini. Kami berharap inisiatif ini bisa diduplikasi di daerah lain,’’ ujar Director-Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, di Pendapa Kabupaten Kudus, Selasa (9/6/2026).

Bersamaan dengan acara ini, BLDF meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memuat 525 titik penjemputan sampah organik di Kudus. Untuk operasional harian, 10 armada dikerahkan pada pukul 07.00–15.00 WIB. Setiap armada mampu mengangkut 70–120 tong sampah per hari untuk dibawa ke Pusat Pengelolaan Sampah Organik (PPO) Djarum yang berjarak hingga 27 kilometer.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi BLDF dalam mendukung perwujudan kota yang asri,’’Pencapaian ini adalah hasil kolaborasi tepat sasaran. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,’’ tegasnya.

Senada dengan Bupati, Plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Didik Tri Prasetiyo, mengingatkan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni lalu. Ia menekankan bahwa pemilahan sampah di tingkat rumah tangga adalah kunci penyelesaian masalah sampah dari hulu ke hilir.

Program Kudus ASIK sendiri telah digagas BLDF sejak 2022. Melalui fasilitas PPO di Djarum Oasis yang berkolaborasi dengan 525 mitra, termasuk rumah makan, hotel, dan pasar tradisional. Gerakan ini kini berhasil menghimpun hingga 50 ton sampah organik setiap harinya. (han)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama