Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, memberikan penjelasan soal kondisi stok gas elpiji dan BBM untuk wilayah Jateng dan DIY.
JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Menjelang momentum Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriyah, PT Pertamina Patraniaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan.
‘’Kami pastikan pasokan BBM dan LPG menjelang libur Lebaran nanti di wilayah Muria Raya, Jawa Tengah, dan DIY dalam posisi aman. Kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi,’’ ujar Taufiq, di Kudus, Rabu (4/3/2026).
Pertamina memprediksi adanya pergeseran pola konsumsi energi di masyarakat. Kebutuhan LPG diperkirakan naik rata-rata 10 persen selama Ramadan dan melonjak hingga 15 persen pasca-Idul Fitri. Sementara itu, BBM jenis gasoline (bensin) diprediksi naik 18 persen.
Sebaliknya, konsumsi gas oil (solar) diperkirakan turun drastis hingga 60 persen. Hal ini dipicu oleh kebijakan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang (roda enam atau lebih) non-logistik oleh pihak kepolisian dan Kemenhub.
‘’Guna mengantisipasi hal tersebut, Pertamina meningkatkan ketahanan stok di terminal BBM/LPG serta lembaga penyalur yakni SPBU dan Pangkalan LPG sebesar 20 hingga 30 persen dari rata-rata normal,’’ tuturnya.
Tak hanya memastikan stok, Pertamina juga menyiagakan layanan khusus di wilayah Muria Raya selama libur lebaran, antara lain menyediakan 94 Unit Motoris (Pertamina Delivery Service 135) guna memberikan pelayanan antar BBM saat terjadi kemacetan parah melalui panggilan hotline 135.
Selain itu, menyiagakan 40 SPBU untuk beroperasi selama 24 jam penuh di jalur non-tol. Menyiagakan 3 Unit Mobile Storage (Kantong BBM), yang mana mobil tangki disiagakan di titik rawan longsor atau macet untuk memangkas waktu tempuh distribusi. Serta menyiagakan agen dan pangkalan siaga sebanyak 100 agen dan 500 pangkalan LPG tetap beroperasi meski di tanggal merah (H-15 hingga H+15).
‘’Pertamina juga resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) yang bekerja mulai 9 Maret hingga H+15 Lebaran untuk memonitor kelancaran pasokan secara khusus,’’ ujar Taufiq.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan selama mudik. Warga diminta mencabut regulator LPG sebelum meninggalkan rumah.
‘’Bagi pengendara, kami sarankan mengisi tangki BBM secara penuh (full tank) sebelum berangkat agar tidak menambah antrean. Kami juga menyiagakan petugas marshal untuk mengatur lalu lintas di area SPBU,’’ tambahnya.
Terakhir, Pertamina mendorong pemudik menggunakan metode pembayaran non-tunai (cashless) melalui aplikasi MyPertamina atau dompet digital lainnya guna mempercepat transaksi dan mengurangi antrean.
‘’Masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai promo menarik dan diskon khusus yang tersedia di aplikasi tersebut selama masa mudik lebaran,’’ pungkasnya. (han)

Posting Komentar