PGRI Kudus Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor Senilai Rp50 Juta

BANTUAN KEMANUSIAAN: PGRI Kabupaten Kudus menyalurkan bantuan kemanusian untuk korban bencana banjir dan longsor, dan diterima secara simbolis oleh Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, Kamis (15/1/2026)


JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kudus menunjukkan kepedulian dan partisipasinya, dalam meringankan beban korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus.

Dalam aksi kemanusiaan kali ini, bantuan yang disalurkan PGRI Kudus senilai Rp50 juta. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dan diterima oleh Bupati Kudus sebagai perwakilan pemerintah daerah. Selanjutnya, dana bantuan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus.

"Bantuan ini untuk menindaklanjuti kebutuhan para korban bankir, termasuk pemenuhan kebutuhan pangan seperti daging," ujar Ketua PGRI Kabupaten Kudus, Ahadi Setiawan, di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (15/1/2026)

Kata Wawan (sapa akrab Ahadi Setiawan), bantuan senilai Rp50 juta para pengungsi itu berupa sembako, antara lain beras, minyak goreng, telur, serta kebutuhan harian lainnya. Selain itu, PGRI Kudus juga memfasilitasi perlengkapan tidur seperti selimut, handuk, dan sikat gigi.

Tak hanya itu, dukungan logistik berupa sayur-mayur, tahu, tempe, serta gas untuk kebutuhan dapur umum juga turut disalurkan. PGRI Kudus juga akan memberikan perhatian khusus kepada para relawan, yang telah bekerja membantu korban bencana di berbagai titik terdampak.

"Perhatian ini sebagai bentuk terimakasih kepada relawan, yang telah membantu korban bencana," tandasnya.

Wawan menambahkan, saat ini anggota PGRI Kudus sebanyak 5.000 hingga 6.000 orang. Para anggota tersebut, turut mengalokasikan anggaran untuk membantu para guru yang terdampak langsung oleh banjir dan tanah longsor. 

Saat ini, besaran bantuan tersebut masih dalam tahap perhitungan oleh ketua cabang PGRI, mengingat masih ada data guru terdampak yang belum disampaikan secara langsung atau hanya melalui rekan sejawat yang mengalami musibah.

"Jadi nanti kami juga akak konfirmasi seberapa berat dampak yang dialami para teman-teman guru itu," ujarnya.

Wawan pun berharap agar bencana banjir segera surut sehingga aktivitas pembelajaran dapat kembali berjalan dengan baik dan lancar. Saat ini tercatat sekitar 50 sekolah di Kabupaten Kudus masih melaksanakan pembelajaran secara daring. 

"Setelah kondisi membaik, sekolah-sekolah diharapkan dapat segera berbenah dan kembali melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka," pungkasnya. (han)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama