Sport Tourism Dongkrak Ekonomi Hingga Jadi Kandang Timnas Putri

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris didampingi jajaran Forkopimda Kudus meramaikan Deville Srikandi Merdeka Cup 2026, dari Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus menuju lapangan Desa Rendeng, Senin (17/8). 

JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Kabupaten Kudus sukses mencuri perhatian dunia lewat gelaran turnamen sepak bola putri internasional, Srikandi Merdeka Cup 2026 persembahan Caffino. Ajang sport tourism berskala global ini, pun mampu mendongkrak perekonomian daerah, sekaligus memantapkan posisi Kudus sebagai ‘rahim’ bagi para pemain Tim Nasional (Timnas) sepak bola putri Indonesia. 

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyatakan bahwa kehadiran tim-tim tangguh dari berbagai negara seperti Arab Saudi, Yordania, Thailand, Malaysia, hingga Singapura ini, merupakan berkah luar biasa bagi Kota Kretek. Lonjakan wisatawan mancanegara dan domestik ini langsung memberikan dampak instan pada sektor riil di Kudus.

‘’Ini menjadi suatu keberkahan dan rahmat untuk Kudus. Sektor pariwisata bergerak, hotel-hotel penuh, jasa rental kendaraan habis dipesan, dan kuliner lokal laris manis. Kami merangkul seluruh UMKM agar mereka mendapatkan kesempatan emas untuk melakukan aktivitas ekonomi,’’ ujar Sam’ani.

Selain dampak ekonomi, ajang ini juga membawa misi kemanusiaan. Di tengah euforia turnamen, Pemerintah Kabupaten Kudus bersama masyarakat dan pihak penyelenggara menggelar aksi tanggap darurat berupa penggalangan dana bertajuk Pray for NTT untuk membantu korban bencana alam di Nusa Tenggara Timur.

‘’Kami berterima kasih kepada masyarakat Kudus yang menjadi tuan rumah yang sangat santun dan menyambut para tamu asing dengan baik,’’ tambah Bupati.

Kemeriahan Deville Srikandi Merdeka Cup 2026, dari Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus menuju lapangan Desa Rendeng, Senin (17/8).
Pemasok Utama Pemain Timnas Putri

Keberhasilan Kudus menjadi episentrum sepak bola putri bukan terjadi dalam semalam. Program Director Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono, mengungkapkan fakta mencengangkan bahwa 99 persen pemain yang saat ini memperkuat Timnas Putri Indonesia merupakan produk jebolan kompetisi sepak bola putri usia muda yang diinisiasi oleh Djarum Foundation di Kudus.

‘’Sangat membanggakan. Tadi saat pawai di jalan, siswa-siswi dari SMP 3 Kudus membawa poster dua pemain Timnas yang ternyata berasal dari sekolah mereka. Ini membuktikan bahwa pembinaan dari turnamen usia muda ke tingkat profesional berjalan nyata di Kudus. Ini menjadi contoh terbaik bagi perkembangan sepak bola putri nasional," kata Teddy.

Teddy juga menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan atas penutupan Jalan Jenderal Sudirman selama kurang lebih satu jam akibat adanya pawai peserta. Terkait keberlanjutan turnamen internasional ini, pihak penyelenggara bersama PSSI dan AFF sedang menggodok rencana untuk menjadikan kompetisi ini sebagai agenda rutin tahunan atau dua tahunan.

Antusiasme Membludak, Alun-Alun Siap Jadi Lokasi Nobar

Tingginya animo masyarakat Kudus untuk menyaksikan pertandingan secara langsung sempat membuat kapasitas Super Soccer Arena (SSA) yang hanya menampung 1.100 hingga 1.200 penonton terisi penuh. Untuk menyiasati pembatasan tersebut, panitia telah menyediakan layar lebar di area sekitar stadion.

Kabar baiknya, jika Timnas Putri Indonesia berhasil menembus babak final, kemeriahan penonton akan digeser ke pusat kota. Bupati Sam'ani Intakoris telah memberikan lampu hijau untuk menggelar nonton bareng (nobar) menggunakan layar lebar di Alun-Alun Kudus agar seluruh lapisan masyarakat dapat memberikan dukungan bersama-sama. (han)

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama