![]() |
| IKAQ Pusat salurkan santunan untuk 38 santri yatim MI Qudsiyyah Kudus, di gedung MI Qudsiyyah Kauman Menara Kudus, Minggu (9/8). |
JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ) Pusat menggelar kegiatan santunan bagi puluhan anak yatim, di Gedung MI Qudsiyyah Kauman Menara Kudus, Minggu (9/8). Sebanyak 38 santri tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) hadir didampingi ibu mereka masing-masing, untuk menerima bantuan berupa bingkisan perlengkapan sekolah dan santunan uang tunai.
Bingkisan yang diserahkan meliputi seperangkat alat tulis, buku, pulpen, tempat pensil (dosgrip), tas sekolah, hingga meja belajar. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Ketua Umum IKAQ Pusat, Noor Aflah, dengan didampingi Bendahara IKAQ, M. Wildan Hakiki.
Dalam sambutannya, Noor Aflah menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya silaturahmi antara alumni dengan para orang tua atau wali santri yatim. Momen seperti ini dinilainya sangat berharga dan jarang terjadi.
‘’Kesempatan dapat bersilaturahim seperti ini sangat jarang terjadi, antara alumni dengan orang tua atau wali santri dari keluarga yatim,’’ ujar Aflah.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para ibu yang mendampingi putra-putrinya untuk menerima amanah dari para alumni dan donatur. Aflah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai wujud kepedulian alumni sekaligus pemberi motivasi agar para santri lebih giat belajar, terlebih di tengah maraknya gempuran penggunaan gadget di usia belia.
‘’Meskipun tidak banyak, semoga bermanfaat dan dapat membantu meringankan beban biaya sekolah serta menambah semangat belajar mereka,’’ tambahnya.
Penyerahan santunan IKAQ ini dilaksanakan berbarengan dengan penyaluran bantuan dari donatur asal Semarang.
Kepala MI Qudsiyyah, Ustadz Amin Ikhwani, menjelaskan bahwa donatur tersebut telah rutin tiap tahun mempercayayakan amanah santunan kepada pihak madrasah. Bantuan dari donatur Semarang ini berwujud uang tunai yang difokuskan untuk pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) para santri yatim.
Ustadz Amin menegaskan bahwa pihak madrasah sendiri pada dasarnya telah berkomitmen memberikan keringanan biaya pendidikan bagi anak yatim jika belum ada pihak yang menanggungnya.
‘’Madrasah sudah komitmen membantu putra-putri yatim jika tidak ada pihak yang menanggungnya,’’ tegas Ustadz Amin yang saat itu didampingi Waka Humas MI Qudsiyyah, Ustadz Ali Shodiqin, dan Ustadz Noor Amin.
Rasa bahagia tampak menyelimuti para penerima manfaat. Wafiq, santri kelas 3 MI Qudsiyyah, mengaku sangat gembira mendapatkan meja belajar dengan motif yang diimpikannya.
‘’Senang sekali. Meja belajarnya ada gambar mobilnya,’’ tutur Wafiq tersenyum.
Melalui kegiatan gabungan ini, diharapkan bantuan yang
tersalurkan dapat memberikan manfaat nyata serta memacu semangat para santri
yatim MI Qudsiyyah dalam menuntut ilmu. ***

Posting Komentar