![]() |
| Sejumlah guru di Kabupaten Kudus, dilatih skrening mata sebagai upaya pencegahan dini gangguan penglihatan pada anak. |
JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Gangguan penglihatan pada anak sering kali menjadi penghambat utama dalam proses belajar mengajar di sekolah. Menyikapi hal tersebut, Rotary Club (RC) Kudus, RC Kudus Srikandi, dan RC Semarang Kunthi menggandeng Rumah Sakit (RS) Mardi Rahayu Kudus menggelar Pelatihan Dasar Skrining Kesehatan Mata bagi 50 Guru Sekolah Dasar (SD) di wilayah binaan Puskesmas Wergu, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus.
Direktur RS Mardi Rahayu, dr. Pujianto, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu tidak hanya berfokus pada pengobatan, melainkan harus dimulai dari aspek pencegahan dan edukasi dini.
"Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang sudah sakit. Melalui pelatihan ini, kami memperkuat peran guru sebagai garda awal dalam mengenali masalah kesehatan mata, sehingga anak dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan lebih cepat," ujar dr. Pujianto. Ia juga menambahkan bahwa guru bertindak sebagai mitra strategis, bukan untuk menggantikan peran tenaga medis.
Presiden Rotary Club of Kudus, Paulus Rawuh, yang juga mewakili RC Kudus Srikandi, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal dari program intervensi kesehatan yang konkret. Setelah dibekali kemampuan membaca kartu Snellen dan mengenali gejala refraksi (minus/plus), para guru akan melakukan skrining mandiri kepada para siswa di sekolah masing-masing.
"Anak-anak yang terindikasi memiliki gangguan penglihatan akan dirujuk ke Puskesmas Wergu pada 3 September mendatang. Di sana, mereka akan diperiksa secara medis menggunakan mobil klinik mata, dan kami dari Rotary Foundation telah mengalokasikan sekitar 100 kacamata gratis untuk dibagikan kepada anak-anak yang membutuhkan," kata Paulus Rawuh.
Antusiasme besar juga dirasakan langsung oleh para peserta pelatihan. Priscila, salah satu guru dari SD Widya Kirana Kudus, mengaku sangat senang dan bersyukur bisa mendapatkan ilmu baru yang sangat bermakna bagi masa depan anak didiknya.
"Pelatihan ini sangat bermakna sekali, khususnya untuk kesehatan mata anak-anak karena fungsi penglihatan memang krusial dalam proses belajar mereka. Saya sangat bangga dan salut melihat orang-orang luar biasa di Rotary yang begitu peduli dengan kesehatan masyarakat," ungkap Priscila.
Program kolaboratif ini sejalan dengan komitmen global Rotary International dalam bidang pencegahan penyakit serta kesehatan ibu dan anak. Melalui sinergi antara organisasi kemainan, institusi rumah sakit, pihak sekolah, dan pemerintah daerah.
Gerakan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif agar setiap anak di Kudus memiliki kesempatan yang sama untuk melihat dunia dengan jelas dan berprestasi optimal. ***

Posting Komentar