| Atmosfer kompetitif tinggi tersaji selama gelaran MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026, di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, 22-29 Juli 2026. |
JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Ekosistem panahan Indonesia mendapat angin segar, melalui gelaran MilkLife Archery Challenge Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior 2026.
Kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation, MilkLife, dan PB Perpani ini berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada 22–29 Juli 2026. Sebanyak 906 atlet dari 29 provinsi bertarung membidik gelar juara sekaligus membuktikan diri sebagai masa depan panahan Indonesia.
Ketua Panitia Penyelenggara, Vera Eka Wardani, mengungkapkan bahwa jumlah peserta tahun ini meningkat dari edisi sebelumnya yang mencatat 876 pemanah. Kenaikan ini memperkokoh proses regenerasi atlet nasional.
‘’Atmosfer kompetisi tahun ini sangat kompetitif dan menjadi barometer penting pembinaan nasional,’’ ujar Vera.
Ia menambahkan bahwa fasilitas venue yang berstandar internasional, memberikan pengalaman kelas dunia bagi para atlet sejak usia dini.
Disisi lain, turnamen ini merupakan kelanjutan dari program pembinaan berjenjang yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation. Sebelumnya, kompetisi serupa telah rutin menyasar pelajar SD dan MI di wilayah Jawa Tengah.
Target besarnya adalah melahirkan generasi tangguh yang mampu menyamai prestasi legendaris "Tiga Srikandi", saat meraih medali perak di Olimpiade Seoul 38 tahun silam.
Sementara Kejurnas edisi kali ini, mempertandingkan tiga divisi utama. Meliputi kelas Nasional dengan Kategori usia U10, U13, U15, dan U18 (menggunakan sistem set point).
Selain itu, kelas Recurve dengan kategori usia U13, U15, dan U18 (menggunakan sistem set point). Serta kelas Compound dengan Kategori usia U13, U15, dan U18 (menggunakan akumulasi skor).
Setiap atlet harus melewati babak kualifikasi sebelum bertanding head-to-head pada babak eliminasi hingga final.
Sinyal positif pembinaan merata ditunjukkan oleh kontingen Kepulauan Riau (Kepri) yang membawa 55 atlet. Pelatih Kepri, Budi Darmawan Tanjung, mengaku pencapaian timnya melampaui ekspektasi dengan merebut lebih banyak medali dibanding tahun lalu dan mampu bersaing dengan dominasi pulau Jawa.
‘’Kondisi angin di arena ini sangat menantang dan memberi pengalaman berharga untuk bekal mereka menuju Pelatnas,’’ kata Budi.
Kisah inspiratif juga datang dari pemanah Kalimantan Timur, Khairunnisa (14). Atlet divisi Compound U-15 Putri ini sukses memborong tiga medali emas dan satu perunggu.
Di laga final individu, ia mengalahkan Rania Shafiyyah Hannha asal Bengkulu dengan skor 140-134. Prestasi tersebut diraih berkat mental baja dan dukungan penuh orang tua yang mendanai keberangkatannya secara mandiri.
‘’Di panahan, bukan cuma teknik yang penting, tetapi juga
ketenangan mental menghadapi angin berat,’’ tutur Khairunnisa. (han)
Posting Komentar