![]() |
| Direktur Utama PT Mubarokfood Cipta Delicia, Muhammad Hilmy dan Ketua MTR #2 2026, Alan Ibnu Senjaya, meninjau pengecekan kesehatan peserta, MTR #2 2026, di Museum Jenang Kudus, Jumat (31/7). |
JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Keindahan panorama alam Gunung Muria berpadu apik dengan geliat olahraga atletik, dalam ajang nasional Muria Trail Run (MTR) #2 2026. Kompetisi lari gunung ini tidak hanya menantang fisik para pelari lewat medan ekstrem, tetapi juga mengusung misi keberlanjutan lingkungan dan promosi budaya khas Kota Kretek.
Ketua MTR #2 2026, Alan Ibnu Senjaya, mengungkapkan bahwa kompetisi ini dirancang untuk mengenalkan potensi alam Kudus yang luar biasa ke tingkat nasional, bahkan internasional. Hingga saat ini, sekitar 500-an peserta telah mendaftar, termasuk pelari asing asal Korea Selatan.
‘’Ini adalah kompetisi lari gunung atau trail run yang saat ini sedang happening di Indonesia. Kami ingin mengangkat potensi luar biasa dari Gunung Muria yang memiliki tingkat kesulitan tinggi dan medan menantang, namun menyuguhkan panorama eksotis,’’ ujar Alan.
Sambungnya, ajang ini terbagi dalam empat kategori jarak, yaitu 8K (untuk pemula), 15K, 30K, dan kategori terjauh 45K. Jalur lintasan merupakan kombinasi dari jalan perkampungan, kawasan pedesaan, hingga jalan setapak dengan vegetasi kebun kopi dan hutan lebat.
‘’Para pelari akan dibawa melintasi puncak-puncak ikonik Muria seperti Puncak Natas Angin, Puncak 29, serta trek legendaris yang memacu adrenalin, "Jalur Naga",’’ jelasnya.
Berbeda dengan event lari pada umumnya, MTR #2 2026 membawa jargon "Stride for Sustainability" dengan mengawinkan konsep sport tourism dan eco green. Sentuhan budaya lokal sangat kental terasa melalui adopsi konsep "Hajatan Muria".
Alih-alih menggunakan kantong plastik atau tote bag modern, paket perlengkapan peserta (race pack) dikemas menggunakan besek bambu tradisional. Di dalamnya, suplemen energi modern dikombinasikan dengan produk lokal seperti sirup olahan parijoto dan jenang Kudus sebagai asupan kalori pengganti gula bagi para pelari.
Suasana khas Kudus kian kental dengan suguhan seni tradisional seperti Kidung Rahayu dan Tari Ketek. Kemeriahan acara akan ditutup dengan prosesi kirab ceremonial dan tradisi rebutan dua buah gunungan yaitu gunungan hasil bumi dan gunungan jenang bersama masyarakat setempat.
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari sinergi kuat antara penyelenggara (EO Komet Yogyakarta) dengan sektor industri lokal. PT Mubarokfood Cipta Delicia, produsen jenang terkemuka di Kudus, bertindak sebagai mitra utama. Pengambilan race pack peserta dipusatkan di Museum Jenang Kudus sekaligus sebagai sarana edukasi wisata.
Direktur Utama PT Mubarokfood Cipta Delicia, Muhammad Hilmy, menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas kolaborasi yang kian memperkuat sektor sport tourism dan kuliner Kudus ini.
‘’Kami melihat apresiasi masyarakat sangat luar biasa sejak rangkaian Road to MTR. Melalui momentum ini, divisi Research and Development (R&D) kami tertantang untuk terus kreatif dan inovatif,’’ kata Hilmy.
Salah satu terobosan menarik yang sedang digodok adalah transformasi jenang menjadi energy gel komersial untuk pelari. Berdasarkan diskusi dengan pihak penyelenggara dan rekomendasi medis, karakter jenang Kudus yang kaya kalori berpotensi besar dikembangkan menjadi asupan energi instan bertekstur gel (energy gel) guna mendukung performa para atlet lari gunung di masa depan.
Melalui inovasi produk dan eksposur pariwisata ini, MTR #2
diharapkan menjadi modal kuat untuk mengangkat ekosistem pariwisata, budaya,
dan ekonomi kreatif Kabupaten Kudus ke level yang lebih tinggi. (han)

Posting Komentar