![]() |
Foto ilustrasi rangkaian kegiatan MilkLife Festival Keluarga Sehat 2025, di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus |
Festival berskala daerah ini dirancang khusus dengan memadukan unsur edukasi kesehatan, layanan medis gratis, aktivitas ketangkasan keluarga, hingga panggung hiburan rakyat. Melalui konsep tersebut, masyarakat diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan keluarga serta memahami langkah preventif dalam menekan angka stunting (tengkes) demi masa depan anak.
Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menegaskan bahwa festival ini merupakan perwujudan komitmen jangka panjang untuk memperluas kesadaran publik mengenai krusialnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini.
“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpul dan berekreasi bagi warga, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang inklusif. Di sini masyarakat bisa mendapatkan layanan serta informasi yang bermanfaat bagi ketahanan kesehatan keluarga mereka,” ujar Budiharto dalam keterangan resminya.
Agenda Edukasi dan Hiburan Keluarga
Panitia penyelenggara telah menyiapkan serangkaian agenda utama yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat. Salah satu kegiatan teatrikal-edukatif yang disiapkan adalah Jalan Keluarga Sehat - Parade Gizi Hebat.
Melalui pawai massal ini, pesan mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang akan disuarakan di sepanjang rute jalan protokol kota. Agenda ini dijadwalkan turut dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri Sabrina Birton.
Bagi warga yang membutuhkan pengecekan medis dasar, panitia mendirikan Tenda Layanan Kesehatan yang menyediakan pemeriksaan fisik serta konsultasi interaktif bersama tenaga medis. Di samping itu, didirikan pula pos-pos (booth) edukasi khusus stunting yang menyajikan panduan gizi praktis untuk diterapkan pada pola makan rumah tangga sehari-hari.
Guna menciptakan atmosfer yang ramah anak, Alun-Alun Simpang Tujuh juga akan dilengkapi dengan fasilitas Taman Eksplorasi Anak, Lomba Mewarnai, Lomba Keluarga Sehat, hingga pementasan Wayang Humor sebagai sarana hiburan tradisional yang sarat pesan moral.
Budiharto menambahkan, penanganan stunting tidak dapat dibebankan pada satu instansi atau sektor saja. Intervensi paling utama harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu institusi keluarga.
“Keluarga adalah lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak. Pola hidup sehat dan pemenuhan gizi dimulai dari dapur rumah kita sendiri. Karena itu, kami mengundang seluruh masyarakat Kudus untuk hadir, bergerak, dan belajar bersama demi menjaga generasi emas masa depan,” tambahnya.
Program Stimulus Pra-Acara di Desa dan Pabrik
Sebagai jembatan menuju acara puncak, pihak penyelenggara sebelumnya telah sukses menginisiasi gerakan simultan berupa program pra-acara yang dilaksanakan sejak 19 Juli hingga 9 Agustus 2026 lalu. Program tersebut dibagi ke dalam dua skema gerakan sosial, yakni Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB).
Gerakan SIKAT berhasil menjaring keterlibatan aktif dari 2.311 peserta yang tersebar di empat wilayah, meliputi Desa Wonosoco, Desa Gribig, Desa Mejobo, dan Desa Klaling. Fokus utama dari gerakan ini adalah membenahi sanitasi dan higiene rumah tangga lewat kompetisi 3R (Ringkas, Rapi, Resik), senam kebugaran, serta pemantauan kesehatan balita di Posyandu setempat.
‘’Warga juga melakukan aksi pungut sampah massal, saat jalan sehat demi menciptakan lingkungan pemukiman yang bebas penyakit,’’ katanya.
Di sektor industri, program BPGB menyasar wilayah kerja para buruh dengan melakukan intervensi di enam area pabrik Sigaret Kretek Tangan (SKT), yaitu SKT Besito, SKT Blolo, SKT Garung, SKT Tanjungkarang 1, dan SKT Tanjungkarang 2.
Di sini, para pekerja diedukasi untuk cermat mengalokasikan anggaran belanja harian pada bahan pangan yang memenuhi unsur pro-gizi, seperti karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur, buah, serta susu sebagai pelengkap mutu makanan.
‘’Setiap keranjang belanjaan dinilai langsung oleh tim edukator lapangan guna memastikan akurasi nutrisi yang dibawa pulang ke rumah,’’ paparnya.
Festival dua hari di akhir Agustus ini terbuka untuk umum
tanpa dipungut biaya masuk. Selain edukasi, pihak penyelenggara juga
menyediakan berbagai hadiah hiburan (doorprize) bagi keluarga yang
berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. (han)

Posting Komentar