Legenda bulutangkis Indonesia menjadi Tim Pencari Bakat turut memantau potensi para peserta Audisi Umum PB Djarum 2025.
JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam menjaga mata rantai prestasi bulutangkis Indonesia memasuki babak baru. Tahun ini, Audisi Umum PB Djarum 2026 resmi memperluas jangkauan pencarian bakat dengan menyambangi tiga kota lintas pulau: Pekanbaru (Riau), Makassar (Sulawesi Selatan), dan Kudus (Jawa Tengah).
Langkah ekspansif ini diambil untuk menjawab kerinduan talenta muda di luar Pulau Jawa. "Tahun ini kami kembali memperluas jangkauan ke Pekanbaru dan Sulawesi sebagai upaya menjaring talenta lebih banyak lagi. Kami berharap menemukan mutiara-mutiara terpendam yang selama ini belum muncul ke permukaan," ujar Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (6/5).
Jadwal dan Lokasi Strategis
Rangkaian perburuan atlet masa depan ini akan dimulai di Sumatra, tepatnya di GOR Angkasa, Pekanbaru pada 7–12 Juli. Estafet pencarian berlanjut ke Indonesia Timur di GOR Dafest, Makassar pada 4–9 Agustus. Puncaknya, seleksi akan dipusatkan di markas besar PB Djarum, GOR Djarum Jati, Kudus pada 8–13 September mendatang.
Rangkaian perburuan atlet masa depan ini akan dimulai di Sumatra, tepatnya di GOR Angkasa, Pekanbaru pada 7–12 Juli. Estafet pencarian berlanjut ke Indonesia Timur di GOR Dafest, Makassar pada 4–9 Agustus. Puncaknya, seleksi akan dipusatkan di markas besar PB Djarum, GOR Djarum Jati, Kudus pada 8–13 September mendatang.
Audisi kali ini menyasar tiga kategori usia, yakni U-11 (kelahiran 2016–2018), KU 11 (kelahiran 2015), serta KU 12 (kelahiran 2014), baik untuk sektor putra maupun putri.
Standar Tinggi dan Adaptasi Regulasi Baru
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, menegaskan bahwa proses seleksi tetap mengedepankan kualitas istimewa. Senada dengan Sigit, legenda hidup Hendrawan yang kini menjabat Technical Advisor PB Djarum, menyoroti pentingnya teknik dan ketahanan mental, terutama menghadapi perubahan regulasi BWF (sistem 15 poin x 3 game) yang akan berlaku mulai 2027.
Ketua Tim Pencari Bakat, Sigit Budiarto, menegaskan bahwa proses seleksi tetap mengedepankan kualitas istimewa. Senada dengan Sigit, legenda hidup Hendrawan yang kini menjabat Technical Advisor PB Djarum, menyoroti pentingnya teknik dan ketahanan mental, terutama menghadapi perubahan regulasi BWF (sistem 15 poin x 3 game) yang akan berlaku mulai 2027.
"Dengan format permainan yang lebih cepat, faktor teknik, footwork, dan kontrol lapangan menjadi aspek utama bagi atlet putri," jelas juara dunia 2001 tersebut.
Sementara itu, Koordinator Atlet Putra, Leonard Holvy de Pauw, mengincar pemain yang "pintar" dalam membaca permainan. Ia secara khusus memuji karakter atlet asal Sumatra dan Sulawesi yang dikenal memiliki kekuatan fisik dan daya juang (fighting spirit) yang tinggi.
Pintu Menuju Beasiswa
Sistem seleksi akan dimulai dari tahap screening (satu game hingga poin 21) dan dilanjutkan ke tahap turnamen. Para peraih "Super Tiket" dari ketiga kota tersebut nantinya akan menjalani masa karantina intensif selama empat minggu di Kudus (14 September – 9 Oktober 2026).
Sistem seleksi akan dimulai dari tahap screening (satu game hingga poin 21) dan dilanjutkan ke tahap turnamen. Para peraih "Super Tiket" dari ketiga kota tersebut nantinya akan menjalani masa karantina intensif selama empat minggu di Kudus (14 September – 9 Oktober 2026).
Peserta yang berhasil melewati fase eliminasi akhir pada 10 Oktober akan resmi menyandang status atlet PB Djarum dan menerima Djarum Beasiswa Bulutangkis.
Pendaftaran telah dibuka secara daring melalui laman resmi PB Djarum hingga 1 September 2026. Bagi para pahlawan muda tepok bulu, inilah saatnya membuktikan diri di panggung tertinggi. (han)
Posting Komentar