B
Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H.
JATENGPOSNEWS.COM, JEPARA-Gerbong mutasi dan promosi di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menghadirkan sederet wajah baru di jajaran perwira tinggi. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H. Ia resmi menyandang pangkat jenderal bintang satu, setelah mendapatkan promosi jabatan atas capaian kinerjanya yang dinilai cemerlang.
Kenaikan pangkat ini menjadi penanda penting dari perjalanan karier panjang yang ia bangun lewat berbagai prestasi. Jejak rekamnya mencakup bidang pelayanan publik, reformasi birokrasi, hingga keberhasilan membongkar kasus kejahatan ekonomi bernilai triliunan rupiah.
Ukir Prestasi di WilayahPerwira kelahiran Semarang alumni Akpol 1999 ini mulai dikenal luas saat memimpin Polres Sragen pada 2017. Setahun berselang, ia dipercaya menjadi Kapolres Jepara dan membawa perubahan signifikan.
Di bawah kepemimpinannya, Polres Jepara meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB. Pelayanan publik di sana bahkan memperoleh nilai A atau kategori sangat baik.Kariernya terus menanjak saat memimpin Polresta Cirebon pada 2021.
Sepanjang 2023, Polresta Cirebon mengoleksi 48 penghargaan internal. Salah satunya apresiasi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas pengungkapan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Dedikasi ini membuatnya dianugerahi Pin Emas dan Pin Perak Kapolri.
Arif juga menggagas program inovatif Green Service di Cirebon. Layanan ini memungkinkan masyarakat membayar biaya PNBP penerbitan SIM dan SKCK menggunakan tabungan sampah plastik. Warga yang menggunakan layanan ini mendapat prioritas tanpa antre di Satpas.
Setelah sukses di Cirebon, ia kembali ke Jawa Tengah sebagai Dirreskrimsus Polda Jateng periode 2024–2025. Di sana, ia membongkar pelanggaran distribusi Minyakita dan pabrik pupuk palsu berkapasitas 400 ton per bulan. Kariernya kian bersinar saat diangkat menjadi Wadirtipideksus Bareskrim Polri pada September 2025.
Bersama timnya, ia sukses mengungkap berbagai kejahatan ekonomi berskala nasional yang merugikan negara dalam jumlah besar yakni bisnis ilegal di Bali dengan Nilai transaksi mencapai Rp1,3 triliun. Lalu, TPPU tambang emas ilegal dengan Estimasi kerugian negara Rp25,9 triliun.
Selain itu, penyelundupan ponsel ilegal dengan Nilai barang bukti Rp235,08 miliar. Fraud Fintech PT DSI dengan kasus Menipu 15.000 nasabah dengan kerugian Rp2,4 triliun. Rangkaian prestasi dari tingkat kewilayahan hingga nasional inilah yang menjadi fondasi kuat bagi Arif Budiman untuk menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi. Rekam jejaknya menunjukkan konsistensi dalam menjaga integritas pelayanan publik sekaligus menindak tegas kejahatan ekonomi kakap. (han)

Posting Komentar