Tim All-Stars Kudus Tantang Pemain Asal Ibu Kota di Laga Final

Tim All-Stars Kudus melakukan selebrasi usai menjebol gawang Tim All-Stars Surabaya, di Supersoccer Arena Kudus, Sabtu (27/6).

JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Perebutan tiket final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Sabtu (27/6) berlangsung seru dan menegangkan. 

Hasilnya, All-Stars Jakarta sukses melaju ke partai pamungkas usai menang dengan skor tipis 1-0 dari All-Stars Yogyakarta. Sementara All-Stars Kudus menjadi pemenang usai menuntaskan laga sengit dengan All-Stars Surabaya, 2-1.

Pantauan di lapangan, tensi tinggi dan menegangkan tersaji dalam pertandingan All-Stars Kudus menghadapi All-Stars Surabaya. Dominan sejak babak penyisihan dengan torehan apik tanpa kekalahan dan clean sheet, All-Stars Kudus mendapatkan perlawanan sengit di partai semifinal. 

Sejak kick off, All-Stars Surabaya mampu menandingi kekuatan gelandang lawan dengan menerapkan pressing ketat. Selain itu, strategi high defense yang dimainkan membuat All-Stars Surabaya kerap unggul jumlah pemain di lini kedua, sehingga membatasi kreativitas para midfielder All-Stars Kudus mengalirkan bola. 

All-Stars Kudus lebih dulu memimpin lewat gol yang dicetak oleh Renanthera Aluna Addya Putri di menit 17. Tertinggal satu gol, All-Stars Surabaya tak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Memanfaatkan set-piece lewat skema sepak pojok, tandukkan Agnia Nurul Fadhila Rohman berhasil merobek gawang All-Stars Kudus di menit 21. Skor 1-1 bertahan sampai jeda pertandingan. 

Usai turun minum, All-Stars Kudus langsung meningkatkan intensitas serangan. Rara Zenita Fatin sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang lawan dengan mencetak gol saat babak kedua belum genap satu menit berjalan. Kembali tertinggal satu gol di awal babak kedua, All-Stars Surabaya mengubah pola permainan dengan lebih banyak melakukan long ball ke lini depan.

Sesekali, mereka juga menerapkan taktik bola pendek memanfaatkan sisi lapangan. Hasilnya pun cukup menjanjikan dengan hadirnya beberapa peluang, salah satunya lewat Anindita Nadia Lesmana yang sontekannya hanya melambung tipis di atas mistar gawang. Sayangnya, sampai peluit akhir tak ada lagi gol yang tercipta. Kemenangan 2-1 pun membawa All-Stars Kudus berlaga di partai puncak. 

Pelatih Kepala All-Stars Kudus, Yayat Hidayat mengatakan bahwa All-Stars Surabaya memberikan perlawanan ketat dengan pressing yang dilakukan di lapangan tengah. Hal itu pun sempat menyulitkan anak asuhnya untuk menerapkan pola permainan di awal laga. 

"Kunci kemenangan hari ini adalah keberanian untuk bisa keluar dari tekanan, dengan bermain lebih agresif sehingga lebih bisa mengontrol permainan," ujar Yayat. 

Menurutnya, di babak pertama anak didiknya tidak sadar kalau mereka terlalu turun ke belakang, sehingga lini tengah dari Surabaya terlalu leluasa. Di babak kedua dia pu. menginstruksikan lini tengah lebih berani maju dan jangan sampai didikte lawan di lini tengah itu. 

Selain itu, di babak kedua juga memakai dua striker agar lini belakang tim lawan nggak leluasa memainkan bola dan enggak berani untuk maju terlalu depan. Sehingga lini tengah kita di babak kedua bisa kembali dikuasai lagi.

Berhasil kembali melaju ke babak final, Yayat Hidayat pun tak sabar untuk menjajal kekuatan All-Stars Jakarta dan optimistis mampu mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Dia menilai sudah mengantongi kekuatan lawan dan berharap timnya bisa menjalankan strategi terbaik di lapangan.

"Final tahun ini cukup menantang karena kita belum pernah bertemu Jakarta. Mudah-mudahan kita bisa mempertahankan juara. Kita sudah tahu seperti apa All-Stars Jakarta bermain, ada beberapa pemain kuncinya juga. Justru kita akan lebih enak berhadapan dengan pemain-pemain yang punya kualitas teknik yang bagus, sehingga di lapangan bermain dengan teknik dan taktikal yang memang enak kita tonton,” tuturnya. 

Menyambung optimisme sang pelatih, Renanthera Alun Addya Putri juga tak kalah yakin dengan kekuatan All-Stars Kudus tahun ini. Pemain belakang bernomor punggung 3 itu merasa jika rekan setimnya masih bisa menunjukkan permainan yang lebih baik di laga final melawan All-Stars Jakarta. 

"Saya harap besok kami bisa tampil lebih maksimal lagi dan All-Stars Kudus bisa juara," ujar pemain asal SDUT Bumi Kartini tersebut.

Sementara Pelatih Kepala All-Stars Surabaya, Sai Dong mengakui jika lawannya di semifinal memiliki kualitas yang baik. Sebisa mungkin dia menguatkan mentalitas para pemain untuk tidak merasa inferior melawan juara bertahan MLSC tahun lalu. Meski hasilnya belum sesuai harapan, ia menilai anak asuhnya sudah tampil all-out di lapangan dan menunjukkan karakter pantang menyerah sesuai dengan semangat pembinaan yang diusung MilkLife Soccer Challenge. 

“Kami sudah berusaha, sayangnya kami seperti kehilangan keberanian untuk bermain build-up ketika mendapatkan tekanan. Hal itu yang mungkin kami bisa lihat dari kekurangan tim kami. Memang harapan kami ketika datang ke MLSC All-Stars ini, Surabaya membawa semangat karena dari Djarum Foundation mengharapkan pemain yang muncul nanti adalah yang mengerti bermain sepak bola," ujarnya.

Hari terakhir MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, Minggu (28/6) akan berlangsung perebutan peringkat tiga yang mempertemukan All-Stars Yogyakarta dan All-Stars Surabaya pukul 09.00 WIB. Sementara partai final yang bergulir pukul 14.00 WIB, juara MLSC All-Stars tahun lalu, All-Stars Kudus akan menghadapi All-Stars Jakarta. (han)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama