HYDROPLUS Soccer League All-Star Jadi Wadah Berburu Pemain Timnas

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, memberikan penjelasan terkait gelaran HYDROPLUS Soccer League All-Star, di Supersoccer Arena, Kudus. 

JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menegaskan bahwa gelaran HYDROPLUS Soccer League All-Star yang berlangsung pekan ini di Kudus merupakan bagian kedua dari "Trilogi Women's Soccer" Juli 2026. Ajang ini menjadi panggung utama bagi para pemandu bakat untuk menyaring pemain Tim Nasional (Timnas) Wanita Indonesia U-16. 

‘’Dua minggu lalu kita sudah menggelar MilkLife Soccer Challenge All-Star. Minggu ini adalah Hydro Plus Soccer League All-Star, yang merupakan putaran nasional untuk Liga Putri usia 15 (U-15) dan 18 (U-18) tahun,’’ ujar Teddy, di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, Jumat (10/7/2026).

Sambungnya, turnamen skala nasional ini baru pertama kali diadakan setelah seri regional resmi bergulir sejak Oktober lalu di empat kota besar yakni Kudus, Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Menggunakan format kompetisi penuh, dua tim peringkat terbaik dari masing-masing regional berhak tiket ke putaran nasional di Kudus.

‘’Total ada 8 tim U-15 dan 8 tim U-18 yang bertanding,’’ jelasnya.

Teddy mengaku sangat puas melihat kualitas permainan para pesepak bola muda tersebut, meski mereka baru berkompetisi dalam 10 bulan terakhir.

‘’Kualitas permainan sudah sangat baik untuk ukuran pemain yang baru tampil di musim pertama. Ini perkembangan yang sangat menggembirakan,’’ tambahnya.

Berburu 50–60 Pemain untuk Turnamen Internasional

Ajang All-Star ini tidak sekadar mengejar trofi juara, tetapi juga menjadi wadah talent scouting (pemanduan bakat, red) yang dipimpin langsung oleh Coach Timo Scheunemann dan Coach Takumi yang diwakili Coach Jackson.

Langkah ini diambil sebagai persiapan menghadapi bagian ketiga dari trilogi sepak bola putri, yaitu turnamen internasional "Serika di Merdeka Cup" pada 13 Agustus mendatang. Turnamen tersebut akan diikuti oleh tujuh negara, dan Indonesia berencana mengirimkan dua tim bentukan Coach Timo dan Coach Takumi.

‘’Rencananya akan diseleksi sekitar 50 sampai 60 anak untuk membentuk dua tim nasional. Saya rasa sekitar 90 persen pemainnya akan diambil dari ajang All-Star ini," ungkap Teddy.

Sisa kuota akan diisi oleh pemain potensial lain dari seri regional yang timnya gagal lolos ke putaran nasional, termasuk beberapa penggawa yang sudah berpengalaman di Timnas.

Kerja sama intensif dengan PSSI juga terus dilakukan. Menariknya, tim hasil seleksi turnamen di Merdeka Cup ini nantinya diproyeksikan menjadi kerangka utama Timnas Indonesia U-16 untuk berlaga di Kualifikasi AFC U-17 pada Oktober mendatang.

‘’Kami ingin memberikan pengalaman bertanding di level internasional melawan tim nasional negara lain,’’ jelas Teddy.

Jembatan Karier Lulusan SD

Kehadiran HYDROPLUS Soccer League terbukti menjadi kelanjutan pembinaan yang ideal dari MilkLife Soccer Challenge (MLSC). Nama-nama berbakat seperti Amanda dari Bandung, Al Bianca dari Jakarta, hingga Ika Woda dari Sulu merupakan alumni MLSC yang kini terus bersinar di HYDROPLUS Soccer League.

‘’Hydro Plus Soccer League ini wadah bagi anak-anak yang sudah lulus SD dan berusia di atas 12 tahun, agar mereka tetap bisa berlatih dan berkompetisi. Kami siapkan ini agar mereka menjadi tulang punggung Timnas di masa depan,’’ kata Teddy. (han)

 

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama