Sembilan Pelajar Diamankan Polisi Usai Diduga Terlibat Tawuran di JLS Pati


 Polsek Pati melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pelajar yang diduga terlibat tawuran antar pelajar di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati, Selasa (14/7/2026).(Ida/Jateng Pos)


JATENGPOSNEWS.COM PATI – Kepolisian Sektor (Polsek) Pati mengamankan sembilan pelajar dari salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) swasta di Kabupaten Pati yang diduga terlibat aksi tawuran antarpelajar di kawasan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati, Selasa (14/7/2026) sore. Selain mengamankan para pelajar, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dan masih memburu beberapa pelaku lain yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.

Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati IPTU Windartono menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat yang menginformasikan adanya konvoi pelajar yang diduga akan melakukan tawuran di wilayah sekitar SPBU Mojo, Kecamatan Margorejo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Pati segera melakukan patroli dan penyisiran di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi berkumpulnya para pelajar. Dari hasil penelusuran, polisi memperoleh informasi bahwa sekelompok pelajar berkumpul di sebuah bascamp yang berada di kawasan Pasar Beras Sleko, Kecamatan Pati.

“Setelah menerima laporan dari warga, kami langsung melakukan penyisiran di JLS Pati dan menemukan rombongan pelajar yang kemudian diketahui berkumpul di sebuah bascamp di kawasan Pasar Beras Sleko,” ujar IPTU Windartono.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan melakukan penggerebekan. Kedatangan polisi membuat sejumlah pelajar yang berada di lokasi panik dan berusaha melarikan diri. Namun petugas berhasil mengamankan sembilan pelajar yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut.

Kesembilan pelajar itu selanjutnya dibawa ke Mapolsek Pati untuk menjalani pemeriksaan dan pendataan. Polisi juga memanggil pihak sekolah serta orang tua masing-masing pelajar guna mendukung proses pembinaan dan penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, diketahui bahwa perselisihan yang berujung pada tawuran tersebut melibatkan dua kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda dan sama-sama berstatus SMK swasta. Konflik diduga dipicu oleh aktivitas di media sosial yang kemudian berkembang menjadi tantangan untuk melakukan perkelahian secara langsung.

“Awalnya saling sindir dan saling tantang melalui media sosial. Mereka kemudian sepakat bertemu dan melakukan tawuran,” kata Kapolsek.

Fenomena penggunaan media sosial sebagai sarana saling ejek dan provokasi antarpelajar menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Dalam beberapa kasus, perselisihan yang awalnya hanya terjadi di dunia maya dapat berkembang menjadi tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan pelajar maupun masyarakat umum.

Dari pengakuan para pelajar yang diamankan, sebelum menuju lokasi tawuran mereka terlebih dahulu berkumpul di bascamp yang berada di kawasan Pasar Beras Sleko. Di tempat tersebut, mereka diduga mengonsumsi minuman keras jenis arak secara bersama-sama.

Setelah itu, rombongan pelajar berangkat menggunakan sepeda motor secara berkonvoi menuju Jalan Lingkar Selatan. Mereka kemudian bertemu dengan kelompok lawan di sekitar SPBU Mojo. Tawuran disebut berlangsung dengan skenario lima lawan lima sebelum kedua kelompok membubarkan diri.

Usai bentrokan terjadi, kelompok yang kemudian diamankan polisi kembali menuju bascamp mereka. Namun tidak lama kemudian petugas datang dan melakukan penggerebekan sehingga sebagian pelajar berhasil diamankan.

Sembilan pelajar yang diamankan masing-masing berinisial AMS (17), SAAF (16), RRW (17), AF (16), DR (18), RAP (15), GMS (15), INR (15), dan GJW (16).

Selain mengamankan para pelajar, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. Barang bukti tersebut antara lain botol bekas minuman keras, kartu remi, telepon genggam, dompet, kunci sepeda motor, serta 19 unit sepeda motor yang diduga digunakan saat konvoi menuju lokasi tawuran.

Menurut IPTU Windartono, pihaknya masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui secara rinci peran masing-masing pelajar dalam peristiwa tersebut. Polisi juga masih memburu sejumlah pelaku lain yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.

Selain itu, penyidik masih melakukan pencarian terhadap kemungkinan adanya senjata tajam maupun alat lain yang digunakan selama aksi tawuran terjadi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fakta dalam kasus ini dapat terungkap secara lengkap.

“Masih kami lakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran masing-masing. Beberapa pelaku lain masih dalam pencarian karena saat penggerebekan berhasil melarikan diri,” tegasnya.

Kapolsek menambahkan, upaya pencegahan tawuran pelajar tidak dapat dilakukan hanya oleh aparat kepolisian. Peran orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mengawasi aktivitas remaja, terutama dalam penggunaan media sosial yang kerap menjadi pemicu konflik.

Pihaknya mengimbau para orang tua agar lebih aktif memantau pergaulan anak-anak mereka, termasuk aktivitas di dunia maya dan kegiatan di luar jam sekolah. Sementara pihak sekolah diharapkan terus memperkuat pendidikan karakter, disiplin, serta pembinaan terhadap para siswa guna mencegah terulangnya kasus serupa.

Polsek Pati juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan apabila mengetahui adanya indikasi tawuran, konvoi liar, maupun aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Laporan dapat disampaikan melalui layanan darurat Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, diharapkan berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi berkembang menjadi tindak kriminal dapat dicegah sejak dini.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi dan media sosial perlu diimbangi dengan pengawasan serta edukasi yang memadai. Tanpa kontrol yang baik, interaksi di dunia maya dapat berkembang menjadi konflik nyata yang merugikan banyak pihak, terutama para pelajar yang seharusnya fokus pada pendidikan dan pengembangan masa depan mereka.(Ida)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama