Ribuan Warga Padati Alun-Alun Pati, Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 Berlangsung Meriah

Warga Kabupaten Pati memadati kawasan Alun-Alun Pati untuk menyaksikan nobar pertandingan semifinal melalui layar lebar, Kamis (16/7/2026) dini hari. Suasana antusias terlihat saat warga duduk bersama di jalanan mengikuti jalannya pertandingan.(Ida/Jateng Pos)


JATENGPOSNEWS.COM PATI — Alun-Alun Kabupaten Pati dipadati ribuan warga yang antusias mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Tim Nasional Argentina melawan Inggris, Kamis (16/7/2026) dini hari. Kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Pati dan Anggota DPR RI Komisi VII Evita Nursanty tersebut berlangsung meriah dan menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

Sejak tengah malam, warga dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati dan daerah sekitar mulai berdatangan menuju kawasan alun-alun. Mereka memadati area di depan videotron raksasa yang digunakan untuk menayangkan pertandingan bergengsi tersebut. Tidak sedikit penonton yang memilih duduk di atas aspal jalan maupun trotoar demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan jalannya laga.

Atmosfer pertandingan terasa begitu hidup. Sorak-sorai penonton berkali-kali menggema ketika kedua tim saling melancarkan serangan. Ketegangan semakin terasa saat pertandingan memasuki babak kedua. Sejumlah pendukung Argentina tampak berdiri dan berteriak memberikan dukungan, sementara suporter Inggris tak kalah bersemangat menyemangati tim favorit mereka.

Puncak kemeriahan terjadi ketika Argentina berhasil membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan 2-1 atas Inggris. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, ribuan pendukung Argentina langsung bersorak gembira. Tepuk tangan, yel-yel dukungan, hingga tarian spontan mewarnai suasana dini hari di jantung Kota Pati tersebut.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati, Rekso Suhartono, mengaku bersyukur kegiatan nobar berjalan lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Menurutnya, tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

“Acara nobar hari ini alhamdulillah sangat ramai sekali. Masyarakat sangat antusias mengikuti pertandingan dari awal hingga akhir,” ujar Rekso di sela kegiatan.

Ia menjelaskan, peserta yang hadir tidak hanya berasal dari Kabupaten Pati, tetapi juga dari sejumlah daerah tetangga. Bahkan terdapat penonton yang datang dari Kabupaten Rembang untuk merasakan suasana nobar bersama ribuan warga lainnya.

Selain menyediakan fasilitas menonton melalui layar videotron berukuran besar, panitia juga membagikan makanan dan minuman secara gratis kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan sekaligus menambah semarak acara yang berlangsung hingga menjelang pagi.

Rekso menambahkan, kesuksesan nobar semifinal menjadi motivasi bagi panitia untuk kembali menggelar kegiatan serupa pada partai puncak Piala Dunia 2026. Laga final yang mempertemukan Spanyol dan Argentina dijadwalkan berlangsung pada Senin (20/7/2026) dini hari dan akan kembali ditayangkan di lokasi yang sama.

“Kita tunggu final nanti Senin dini hari pukul 02.00 WIB. Kami siapkan doorprize, kuliner untuk dinikmati bersama, dan berbagai hiburan lainnya. Mudah-mudahan bisa menjadi sarana hiburan bagi masyarakat Kabupaten Pati dan sekitarnya,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran acara, pihak penyelenggara juga telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk menyiapkan petugas kebersihan guna memastikan kawasan alun-alun tetap bersih setelah kegiatan selesai.

Di tengah euforia kemenangan Argentina, rasa kecewa dirasakan para pendukung Inggris yang harus menerima kenyataan tim kesayangannya gagal melangkah ke final. Salah seorang penonton asal Kecamatan Tambakromo, Singgih Tri Nugroho, mengaku cukup terpukul dengan hasil pertandingan tersebut.

Menurutnya, Inggris sebenarnya sempat menunjukkan performa yang menjanjikan setelah berhasil unggul lebih dahulu. Namun perubahan strategi dan meningkatnya permainan Argentina membuat keunggulan itu gagal dipertahankan.

“Wah, kecewa banget. Padahal tadi sudah unggul lebih dulu, tapi strategi pelatih Inggris sangat disayangkan,” ungkap Singgih.

Meski demikian, ia mengakui pertandingan berlangsung menarik dan layak dinikmati. Pengalaman mengikuti nobar bersama ribuan warga di ruang terbuka menjadi pengalaman baru yang berkesan baginya.

Pria yang biasanya menyaksikan pertandingan sepak bola dari rumah itu mengaku merasakan atmosfer berbeda ketika menonton bersama masyarakat dalam jumlah besar. Sorakan, tepuk tangan, hingga reaksi spontan para penonton membuat suasana pertandingan terasa lebih hidup.

Singgih bahkan berencana kembali menghadiri nobar final beberapa hari mendatang. Meski Inggris telah tersingkir, ia mengaku tetap akan datang untuk menikmati suasana dan mendukung tim Spanyol yang akan menghadapi Argentina dalam laga penentuan gelar juara dunia.

Kegiatan nobar tersebut tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat. Ribuan warga dari berbagai usia dan latar belakang tampak berbaur menikmati pertandingan dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh kegembiraan, menjadikan Alun-Alun Pati sebagai pusat euforia sepak bola dunia pada dini hari itu.(Ida)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama