JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Ratusan anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kudus, memadati arena perlombaan mewarnai dan menggambar MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 yang berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (24-25/6). Kegiatan ini menjadi media kreatif untuk mengenalkan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sepak bola putri sejak usia dini.
Ketua Panitia Acara, Welly Arisanto, menjelaskan bahwa kompetisi ini sengaja mengusung tema sepak bola putri. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk menggabungkan gaung tiga perhelatan besar yang akan datang, yakni MLSC All Star, HPSL, dan turnamen Srikandi Cup.
‘’Kami ingin menggaungkan event-event besar tersebut lewat kompetisi anak-anak. Melalui media gambar dan warna bertema sepak bola putri, kami berharap aspek motorik mereka terstimulasi sekaligus menginspirasi anak-anak perempuan untuk tertarik menjajal olahraga ini,’’ ujar Welly, saat ditemui di lokasi acara, Jumat (26/6).
Welly menyebutkan, kategori lomba mewarnai tingkat TK diikuti oleh lebih dari 100 anak. Sementara itu, kategori lomba menggambar tingkat SD yang dibagi menjadi dua kelompok umur, yaitu Kelas 1–2 dan Kelas 3–4 diikuti sekitar 200 peserta yang seluruhnya berasal dari wilayah Kabupaten Kudus.
Visualisasi sepak bola terlihat mendominasi seluruh karya peserta,’’Terlihat dari hasil karya para pemenang, semua gambarnya bertemakan bola dan kompetisi bola,’’ tambah Welly.
Melalui kegiatan ini, pihak panitia berharap Kabupaten Kudus dapat menjadi lumbung talenta baru bagi masa depan sepak bola putri nasional,’’Harapan ke depan, minat anak-anak putri di Kudus terus bertumbuh sehingga muncul potensi dan bakat baru. Kita ingin punya stok atlet yang melimpah untuk menyuplai kebutuhan Timnas di masa depan,’’ tegasnya.
Semangat sepak bola putri tersebut tercermin kuat dalam karya Elfis Syarifa, siswi MI NU Mifda 2 Karang Malang, Kecamatan Gebog. Elfis berhasil menyabet gelar Juara 1 Lomba Menggambar untuk Kategori Kelas 3–4 lewat karya kreatifnya yang berjudul ‘Aku Berani Cetak Gol’.
‘’Senang sekali bisa menang. Kemarin saya menggambar anak perempuan yang sedang menendang bola ke gawang,’’ tutur Elfis.
Meski mengaku baru pertama kali mengamati sepak bola putri
secara dekat dan belum bisa memainkannya di lapangan, Elfis menyimpan
ketertarikan yang besar. Walau fasilitas tim sepak bola putri untuk kelompok
usianya belum tersedia di sekolah, Elfis mengaku sangat ingin ikut berlatih dan
bermain langsung di lapangan hijau suatu hari nanti. (han)
Posting Komentar