PT Djarum dan Polytron Kucurkan Rp 11,4 Miliar, Bangun 164 Rumah Layak Huni

Seremoni penyerahan program RSLH Tahun 2026 kepada delapan penerima, di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026).

JATENGPOSNEWS.COM, KUDUS-Memperingati Hari Jadi Ke-477 Kabupaten Kudus, masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Kretek mendapat kado istimewa. Menyusul PT Djarum bersama Polytron (PT Hartono Istana Teknologi) resmi menyerahkan bantuan Program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) Tahap Kedua. 

Kali ini, sebanyak 164 unit rumah warga yang rusak parah kini telah rampung direnovasi dan dibangun ulang, dengan total nilai bantuan mencapai Rp 11,4 miliar. Secara simbolis, penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (21/9).

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi berkelanjutan ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan sektor swasta merupakan wujud nyata semangat gotong royong demi membangun kehidupan masyarakat yang lebih sehat, aman, dan produktif.

‘’Kami atas nama Pemkab Kudus berterima kasih kepada PT Djarum dan Polytron atas kepedulian dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami punya slogan Urup-Nguripi dalam bahasa Jawa yang mempunyai filosofi sangat dalam, yakni simbol batin, semangat, dan kehidupan. Semoga kedua perusahaan semakin maju dan selalu membantu masyarakat melalui program yang bermanfaat,’’ ujar Sam’ani.

Sementara General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026 ini, bersama Polytron menargetkan pembangunan total 400 unit rumah di Kudus, yang direalisasikan secara bertahap. Sebelum tahap kedua ini berjalan, tahap pertama di Kudus telah merampungkan 128 unit rumah.

‘’Melalui Program RSLH, kami ingin berkontribusi nyata. Ketika persoalan rumah tidak layak dapat diselesaikan, masyarakat tidak lagi terbebani sehingga dapat lebih fokus bekerja, lebih produktif, dan meningkatkan kondisi sosial ekonominya. Setiap rumah mengedepankan tiga aspek utama: aman, nyaman, dan sehat,’’ jelas Budiharto.

Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo, menyerahkan foto rumah yang sudah dipugar, di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (21/9/2026). 

Senada dengan hal tersebut, Head of Culture Development Polytron, David Setyadi Rahardjo, menegaskan bahwa keterlibatan ini merupakan tanggung jawab sosial perusahaan yang tumbuh di Kudus melalui keberadaan dua pabriknya.

‘’Kami berharap kehadiran RSLH menjadi lebih dari sekadar perbaikan hunian, tetapi juga menjadi langkah awal bagi penerima manfaat untuk menata kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera bersama keluarga,’’ kata David.

Diketahui, sepanjang tahun 2026 PT Djarum dan Polytron menargetkan realisasi 492 rumah program RSLH di berbagai kota/kabupaten di Jawa Tengah. Selain di Kudus, komitmen ini juga menyasar wilayah Brebes (10 rumah diserahkan pada April lalu), Salatiga (12 rumah selesai dibangun), Wonogiri (10 rumah ditempati sejak Agustus), serta Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.

Penyaluran bantuan RSLH tahap kedua ini, setiap rumah memperoleh alokasi dana sekitar Rp 70 juta. Seluruh hunian dibangun ulang dengan intervensi penuh, sehingga penerima manfaat sama sekali tidak mengeluarkan biaya. Struktur bangunan yang baru pun telah memenuhi standar keamanan yang kokoh, kenyamanan, serta aspek kesehatan.

Di Kudus, dari total 164 rumah yang tersebar di delapan kecamatan, sebanyak 109 unit rumah didukung oleh PT Djarum, sementara 55 unit rumah didukung oleh Polytron. Rinciannya, Kecamatan Gebog 43 rumah, Kecamatan Dawe 28 rumah, Kecamatan Jekulo 22 rumah, Kecamatan Undaan 20 rumah, Kecamatan Jati 16 rumah, Kecamatan Kaliwungu 15 rumah, Kecamatan Mejobo 11 rumah, Kecamatan Bae 9 rumah.

Sebagai catatan historis, rekam jejak kepedulian sosial PT Djarum melalui program RSLH tercatat sangat masif. Sejak tahun 2022 hingga 2025, program ini telah sukses merealisasikan total 626 hunian layak bagi masyarakat kurang mampu di berbagai penjuru Jawa Tengah.

Kebahagiaan mendalam dirasakan oleh Mariyanto, warga Dukuh Padurenan, Kecamatan Gebog. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi servis elektronik dengan penghasilan tak menentu ini mengaku bantuan RSLH menjadi titik balik bagi keluarganya.

Selama bertahun-tahun, ia bersama istri dan anaknya harus rela tinggal di rumah sempit satu kamar bermaterialkan dinding anyaman bambu, berlantai tanah, dengan kondisi kayu penyangga yang lapuk serta atap bocor.

‘’Alhamdulillah, sekarang rumah kami sudah sangat nyaman. Anak dan istri kini lebih rajin belajar dan dapat beribadah dengan nyaman. Sekarang rumah kami memiliki dua kamar dan kamar mandi yang bagus. Semoga program RSLH terus berjalan sehingga semakin banyak warga membutuhkan yang terbantu,’’ ungkap Mariyanto haru. (han)

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama